Demi Menelusuri Jejak Desa Pancasila Masa Orde Baru, Peneliti Sejarah UM Melakukan Riset di Blitar
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
(Sumber: Dokumen pribadi)

Oleh: Rifki Amiruddin

Sejak bulan Agustus hingga bulan November 2022, Tim peneliti dari Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang telah berhasil melakukan penelitian tentang program desa Pancasila di daerah Blitar. Penelitian ini didasarkan pada temuan beberapa arsip milik Kodam V Brawijaya yang memberi keterangan tentang seminar desa Pancasila di tahun 1970 an pada awal-awal kekuasaan orde baru. Penelitian ini telah memberikan luaran berupa artikel yang telah diseminarkan dalam seminar internasional ICSKSE pada 14 September 2022.

Diantara hasil dari penelitian ini diketahui bahwa pada awal-awal pemerintahan orde baru terdapat salah satu program yang disebut desa Pancasila yang implementasiannya ditujukan kepada desa-desa, salah satunya diwilayah korem 081.

Berdasarkan data yang ada program ini telah dibentuk dengan sangat terstruktur dengan melibatkan militer dalam setiap kebijakan yang diambil. Tidak hanya itu, pemerintah orde baru juga memberikan mandat langsung kepada tentara hingga di tingkat koramil untuk membuat dan membina minimal satu desa Pancasila.

Tujuan adanya program desa Pancasila adalah untuk membumikan nilai-nilai Pancasila serta modernisasi masyarakat hingga tingkat desa. Kebijakan yang diterapkan dalam desa Pancasila menyasar beberapa sektor seperti penguatan ekonomi desa, meningkatkan keamanan desa dengan membendung paham-paham komunis dan pembinaan hansip, peningkatan pertanian, membangun insfrastruktur pendidikan dan publik serta beberapa bidang sosial budaya yang mencakup suksesi program keluarga berencana, memberantas buta huruf, mengatasi perilaku menyimpang, dan membimbing masyarakat dengan masalah sosial.

Baca Juga: SEKILAS MENGENAL SOSOK SOCRATES

Instruksi dalam Desa Pancasila bahkan mengatur lebih lanjut mengenai penataan ruang, rumah, dan papan rambu. Tidak hanya itu, instruksi dalam rumah projek desa Pancasila juga memberikan kebijakan khusus seperti halaman keluarga harus ditandai dengan gerbang tradisional di pintu masuk, pagar di sekelilingnya ditanami ubi jalar, dan di luar pagar harus ditanami pohon jarak. Setiap rumah harus mendirikan tiang bendera dan tiang lampu dengan bahan yang seragam. Setiap pekarangan harus ditanami sayur-sayuran, buah-buahan, obat herbal, bunga, dan tanaman lainnya agar tidak ada lahan kosong.

Projek yang ada dalam desa Pancasila juga memberikan instruksi untuk modernisasi rumah seperti menggunakan atap genteng sehingga tidak ada rumah yang masih menggunakan atap jerami, harus ada jendela dan ventilasi yang cukup, dengan ruang yang cukup dan perabotan yang cukup, tempat tidur, hiasan dinding, papan nama pemilik rumah, dapur, toilet, dan kandang ternak yang harus dibangun jauh dari rumah agar tidak menimbulkan polusi udara.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami

Sibiren.com lahir dari jalanan, rahim kandung peradaban, tanpa beraffiliasi ke organisasi manapun, Kami berkomitmen menjaga independensi dalam setiap gerakan.

Merawat budaya, Menghidupkan tradisi ilmiah dan Mengutamakan kemanusiaan adalah kunci utama dalam membangun jembatan menuju Peradaban Indonesia yang Futurusitik. Inilah jalan kami ikhtiarkan.  Inilah jembatan kecil yang kami sebut Care For Humanity, Hone Intellectuality, Strengthen Spirituality

Sibiren.com dengan semangat ingin menyuguhkan ide yang beragam dalam Indonesia kita. Solidaritas, Intelektualitas dan Spiritualitas adalah 3 hal utama yang menjadi fokus kita untuk di perkuat di Bumi Nusantara sebagai Ikhtiar menuju Bangsa yang memiliki Peradaban Maju.