Berikan Solusi Alternatif Pakan Ternak saat Musim Kemarau, Tim KSM-T Unisma Lakukan Edukasi Pembuatan Silase
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
(Sumber: Dokumen pribadi)

Kelompok 28 Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM-T) Universitas Islam Malang yang ditempatkan di Dusun Lemahbang Desa Kemiri bergerak di bidang peternakan. Setelah satu minggu awal kedatangan kelompok 28 melakukan observasi, koordinasi sekaligus diskusi dengan perangkat desa dan warga setempat, alhasil kelompok 28 memutuskan untuk mengadakan kegiatan edukasi tentang pembuatan Silase.

Dega, Ketua Kelompok 28 menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan jawaban sekaligus ikhtiar dari kelompok kami untuk menjawab permasalahan warga disini dalam sulitnya mencari pakan ternak sapi pada musim kemarau. Sebab saat tibanya musim kemarau panjang yang melanda dengan tidak turunnya hujan disertai adanya penutupan irigasi untuk rehabilitasi, kondisi hamparan terjadi kekeringan. Sehingga dampak atas kejadian tersebut membuat petani dan peternak disini sulit untuk memproduksi maupun mencari hijauan untuk pakan ternaknya.

Baca juga: Inovatif! KSM-T Unisma Luncurkan Absen Digital di MTs Al-Faqih Sukoanyar

Bapak Riasan, salah seorang peternak sapi sekaligus Ketua RW 04 Dusun Lemahbang Desa Kemiri mengaku, jika saat musim kemarau ini rumput sulit didapat.

Menurut beliau, saat musim kemarau ini memang menjadi ujian bagi para peternak. Kondisi demikian sebenarnya sudah berlangsung dari tahun ke tahun.

“Ini menjadi ujian bagi kami peternak, kami sulit mendapatkan rumput, kalaupun ada jumlahnya juga sangat sedikit itupun di dapat dari area yang memang jauh atau pun kita harus cari di hutan. Bahkan kami juga rela membeli rumput yang dijual pada waktu itu dua kali lipat dari harga biasanya seharga 25.000 per ikatnya” ujar Ketua RW sekaligus peternak yang memiliki 16 ekor sapi saat dihubungi Kelompok 28, Rabu 28 Maret 2024.

Kegiatan Edukasi Pelatihan Pembuatan Silase ini berlangsung pada hari Sabtu, 2 Maret 2024 pukul 13.15 WIB hingga pukul 14.30 WIB.

Kegiatan dimulai dengan sambutan dari perwakilan Kelompok 28 KSM-T Unisma, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber yang dalam hal ini disampaikan oleh Rekan Muhammad Ghozali Ma’mun (Fakultas Peternakan) mengenai teknik pembuatan silase yang baik dan benar. Setelah itu, dilakukan sesi praktek langsung pembuatan silase oleh para peserta dengan bimbingan dari fasilitator. Selama kegiatan, suasana interaktif dan partisipatif terjaga dengan baik, di mana peserta aktif bertanya dan berdiskusi mengenai pembuatan silase.

Kegiatan berlangsung lancar dan meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Para peserta diberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses pembuatan silase, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengemasan, hingga penyimpanan yang tepat.

Pak Domiri, peserta sekaligus peternak disini juga mengungkapkan rasa senangnya ketika ada edukasi seperti ini “Daripada kami membeli Silase yang harganya lumayan mahal di koperasi ini, setelah kami mengetahui alat, bahan, dan cara pembuatannya mungkin kami untuk kedepanya akan membuat sendiri selain caranya yang praktis dan gampang juga mengurangi pengeluaran kami nantinya ”.

Penulis: Achmad Dega Aunal Jaka

Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Adi Sudrajat, M.Pd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang Kami

Sibiren.com lahir dari jalanan, rahim kandung peradaban, tanpa beraffiliasi ke organisasi manapun, Kami berkomitmen menjaga independensi dalam setiap gerakan.

Merawat budaya, Menghidupkan tradisi ilmiah dan Mengutamakan kemanusiaan adalah kunci utama dalam membangun jembatan menuju Peradaban Indonesia yang Futurusitik. Inilah jalan kami ikhtiarkan.  Inilah jembatan kecil yang kami sebut Care For Humanity, Hone Intellectuality, Strengthen Spirituality

Sibiren.com dengan semangat ingin menyuguhkan ide yang beragam dalam Indonesia kita. Solidaritas, Intelektualitas dan Spiritualitas adalah 3 hal utama yang menjadi fokus kita untuk di perkuat di Bumi Nusantara sebagai Ikhtiar menuju Bangsa yang memiliki Peradaban Maju.